Agar Kita Mudah Melewati Neraka

belajaryok, nasihatmenasihati June 20th, 2009

Karena gak sempet meramu bahan dari banyak sumber untuk tugas kultum pas ngaji besok, akhirnya terpaksa mengambilnya dari satu sumber: eramuslim

Huhu, tidak bagus ini, semoga aja di lain kesempatan, bisa buat tulisan yang lebih bagus. Jadi, sebenernya postingan kali ini cuman pengen berbagi aja mengenai suatu hal yang dah pernah dibahas di eramuslim, tapi bahasanya sedikit dibedakan begituuhh hehe. Semoga bisa nambah ilmu kita-kita ya ;-)

***

Kita semua pasti tahu, bahwa setiap muslim sebelum berhak mencapi pintu gerbang surga diharuskan melewati ujian berat, yakni menyeberangi jembatan tipis yang membentang di atas Neraka Jahannam. Di dalam sebuah hadits, Nabi SAW melukiskan bahwa jembatan tersebut lebih tipis dari sehelai rambut dan lebih tajam dari sebilah pedang.

“Dan Neraka Jahannam itu memiliki jembatan yang lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang. Di atasnya ada besi-besi yang berpengait dan duri-duri yang mengambil siapa saja yang dikehendaki Allah. Dan manusia di atas jembatan itu ada yang (melintas) laksana kedipan mata, ada yang laksana kilat dan ada yang laksana angin, ada yang laksana kuda yang berlari kencang dan ada yang laksana onta berjalan. Dan para malaikat berkata: ”Rabbi sallim. Rabbi sallim.” ( ”Ya Allah, selamatkanlah. Selamatkanlah.”)  Maka ada yang selamat, ada yang tercabik-cabik lalu diselamatkan dan juga ada yang digulung dalam neraka di atas wajahnya.” (HR Ahmad 23649)

Kebayang gak sih betapa menakutkannya dan susahnya menyeberangi jembatan tersebut? Secara logika, malah bisa dibilang gak masuk akal dan gak mungkin! How come? Untuk melewati jembatan sekokoh dan selebar Suramadu aja kita harus benar-benar berhati-hati, terhadap kecepatan angin dari sampinglah, dll. Lah ini, jembatannya lebih tipis dari sehelai rambut ditambah lebih tajam dari sebilah pedang…

Tapi, Allah memang Maha Baik dan Maha Pengertian sama hamba-hamba-Nya. Ada permasalahan ada juga jalan keluarnya. Kata hadits yang sama, memang gak semua manusia akan sukses melewati jembatan tipis tersebut, ada yang gagal sehingga terjatuh dan terjembab ke Neraka (ya Allah, jangan sampai, aku tidak mau). Namun, ada juga golongan-golongan yang sukses namun mesti terluka terlebih dahulu ataupun mereka yang langsung sukses menyeberanginya.

Nah, tentunya bin pastinya, kita semua gak pengen dong masuk ke neraka. Selayaknya kenaikkan kelas, untuk mencapai hal tersebut, pastilah ada syarat-syaratnya. Di sebuah hadits lainnya, Allah memberikan jawaban-Nya. Mau tau? Yuk, kita simak.

“Allah akan memanggil umat manusia di akhirat nanti dengan nama-nama mereka ada tirai penghalang dari-Nya. Adapun di atas jembatan Allah memberikan cahaya kepada setiap orang beriman dan orang munafiq. Bila mereka telah berada di tengah jembatan, Allah-pun segera merampas cahaya orang-orang munafiq. Mereka menyeru kepada orang-orang beriman: ”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahaya kamu.” (QS Al-Hadid ayat 13) Dan berdoalah orang-orang beriman: ”Ya Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami.”(QS At-Tahrim ayat 8)  Ketika itulah setiap orang tidak akan ingat orang lain.” (HR Thabrani 11079)

Masih bingung? Jadi begini.. kata artikel nyang saya baca di EraMuslim.com, kita harus mengupayakan agar memiliki cahaya yang cukup untuk dapat menyeberangi kegelapan dan panasnya neraka. Pada saat menyeberangi jembatan tersebut, memang setiap orang akan dibekali cahaya oleh Allah agar mampu melihat jalan yang sedang ditempuhnya. Bila keimanannya baik, maka cahaya yang diterimanya itu akan setia menemani dan menyinari dirinya sepanjang jalan namun…… bila keimanannya bermasalah lantaran dosa yang menumpuk atau justru ia termasuk orang munafik, maka di tengah-tengah perjalanan menyeberangi jembatan, Allah akan memadamkan cahaya yang menemaninya. Gelap-gelap menyusuri jembatan yang sangat tipi situ tentu saja tambah sulit kan? Bisa-bisa jatuh dan terjembab ke neraka.

Lantas, yang jadi pertanyaan berikutnya pastilah amalan apa yang menyebabkan seorang mukim memiliki cukup cahaya untuk sukses menyeberangi jembatan tersebut? Salah satu jawabannya adalah kesungguhan seorang mukmin untuk bertaubat dari dosa-dosa yang selama ini dia kerjakan. Inilah yang disebut dengan aktivitas Taubatan Nasuhan (Taubat yang Murni), buka taubat musiman atau taubat yang tidak menyebabkan seseorang benar-benar meninggalkan perbuatan dosa yang dilakukannya.

”Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan Taubatan Nasuhan (taubat yang semurni-murninya), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS At-Tahrim ayat 8)

Cara yang kedua, seorang mukmin akan dijamin memiliki cukup cahaya saat menyeberangi jembatan di atas neraka jika ia rajin berjalan ke masjid dalam kegelapan untuk menegakkan sholat wajibnya semata ingin meraih keridhaan Allah. Tuh, dicatet, yah. Nabi bersabda: “Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan menuju masjid-masjid dalam kegelapan dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.” (HR Ibnu Majah 773). Bahkan, katanya Nabi SAW sendiri seringkali berdoa seperti berikut ketika sedang berjalan menuju masjid: “Ya Allah jadikanlah cahaya dalam hatiku, dalam penglihatanku, dalam pendengaranku, di sebelah kananku, di sebelah kiriku, di sebelah atasku, di sebelah bawahku, di depanku, di belakangku dan jadikanlah aku bercahaya.” (HR Bukhary 5841).

Lalu, cara yang ketiga adalah bila seorang mukmin melindungi sesama mukmin dari kejahatan orang munafik. Dan sebaliknya barangsiapa yang mengucapkan perkataan buruk untuk mencemarkan seorang Muslim, maka Allah akan menghukumnya dalam bentuk ia ditahan di atas jembatan neraka hingga dosa ucapannya menjadi bersih.  

“Barangsiapa melindungi seorang Mukmin dari kejahatan orang Munafik, Allah akan mengutus malaikat untuk melindungi daging orang itu –pada hari Kiamat- dari neraka jahannam. Barangsiapa menuduh seorang Muslim dengan tujuan ingin mencemarkannya, maka Allah akan menahannya di atas jembatan neraka jahannam hingga orang itu dibersihkan dari dosa perkataan buruknya.” (HR Abu Dawud 4239)

Begitulah kiranya, tiga cara atau tiga amalan yang insya Allah akan sangat membantu seorang mukmin dalam melewati jembatan neraka. Saya, kamu, semua pastinya pengen kan mendapatkan kemudahan, mendapatkan cahaya yang terus menyinari sepanjang perjalanan itu. Insya Allah, mari sama-sama berjuang :-)

Karena Itu

Uncategorized May 15th, 2009

Karena itu..

Karena sederhana

Karena gak sempurna

Karena tidak selalu mendapatkan yang terbaik dengan mudah

Karena selalu menyadari diri masih kurang

Karena selalu berjuang lebih baik

Pantang menyerah

Tidak malu terlihat bodoh untuk maju

Karena itu

:)

Untuk Ibuku :)

Uncategorized May 13th, 2009

“Len, lulus kuliah, kamu langsung nyari kerja, ya..”, waktu itu Ibu berkata demikian..

Hanya satu kalimat itu, membuat hatiku gerimis..

Karena aku sangat tau apa yang dipendam olehnya. Dan, aku hanya bisa menjawab dalam hati “Iya, ma..”

***

Hei bagaimanapun friends, gw tetep bersyukur akan apa yang gw miliki dan gw dapatkan. Kalau mau tahu, jujur aja, gak semuanya yang gw dapet adalah murni dari ibu. Kebanyakkan pemberian dari hamba-hamba Allah. Laptop, biaya pertukaran pelajar, dll. Dan, gw bersyukur Allah selalu memberikan rezeki dari arah yang gak diduga-duga, dari orang-orang dekat gw, dari temen-temen gw, dari yayasan tangan Ilahi, etc.

Walau gimanapun, kami sekeluarga sangat bahagia, hehe. Hal yang gw pelajari dari ibu, bahwa kebahagiaan itu bukan pada besarnya harta yang dimiliki tapi pada kemampuan kita untuk selalu mensyukuri apa yang dimiliki. Bersyukur akan membuat Allah memberikan kita rezeki, kan? Jangan pernah berhenti bersyukur, sekecil apapun nikmat yang kamu rasakan. Hal spesial lainnya dari beliau adalah untuk tidak takut dalam memberi karena kamu pasti akan diganjar lebih oleh-Nya, untuk jadi wanita tegar (ibuku single fighter sih), gak cengeng, gak males, patuh sama suami (lho, mulai gak nyambung hehe), dll.. Pokok’e banyak banget pelajaran dari beliau. Dan, semuanya itu membuatku gak heran, kenapa Allah sayang sama ibu.. ibuku yang rajin tahajud, puasa Daud, hiks anaknya kalah lho.. :(

Oleh karena itu, selepas kuliah, aku berjanji, untuk ibu, untuk adikku..

“Giliranku membahagiakan kalian sudah tiba”

Walaupun mungkin, aku gak akan senurut itu, bu.. Aku masih mau nyoba cari beasiswa master, kuliah sambil kerja, bisa juga kan? Insya Allah :)

Love u all..

NB: Terakhir, gw mau promosi rumah nih.. haha, ada yang mau beli rumah gw gak? Seriously, gw dan keluarga mau pindah ke rumah yang lebih mungil nih rencananya hehe, biar lebih hangat kekeluargaannya, gitu loh.. :D

Next

Uncategorized May 5th, 2009

Praha? Czech Republic?

Serasa mimpi aja deh, gw bisa pergi ke sana..

Cuman ngirim dua essay pendek abal-abal tentang sebuah bidang yang gak gw pelajarin, which is about international relations.. dan gw dapet letter yang menyatakan gw lolos?

Ya Allah, makasih banget, banget, banget..

Gag nyangka aja bisa dapet, padahal iseng aja.

Tapi, jangan kira ini gampank >_<

Dan, jangan kira semua acara yang berjudul international youth conference or essay competition or call for paper will pay off all of your fees! Percuma? No way.. Seriously, trust me. Emang butuh pengorbanan..

Hiks, yah begitulah, gw masih harus mencari-cari Yayasan Tangan Ilahi mana yang mau mensponsori gw ikutan acara ke sana.

Sebenernya, antara pengen dan gak kepengen..

Pengen karena gw membayangkan bakalan dapet pengalaman di luar keseharian gw nantinya. Bayangin, gw yang biasa bergaul dengan komputer harus mempersiapkan diri buat ngomongin masalah international relations (doh), ikutan simulasi sidang parlemen, ngomongin masalah leadership and gender, diplomacy and international security, legislation, dll (berbusa otak gw membaca agenda acaranya).

Gak kepengen, karena sepertinya, cuman gw peserta dari Jakarta yang dapet buat ikutan nih acara. Hasil bertanya pada mbah Google hanya mengantarkan gw pada dua peserta dari Bandung (ITB dan Unpad) yang juga sama-sama lolos ikutan IYLC ke-18 tahun ini (IYLC = International Youth Leadership Conference). Semangat jadi rada kendor nih, buat nyari Yayasan Tangan Ilahi, hiks..

N satu pertanyaan besar, apakah keikutsertaan gw di IYLC ini nantinya akan berpengaruh banyak pada diri gw dan mungkin lingkungan gw? Apakah dengan ikut IYLC ini nanti… (bzzzz, banyak banget pertanyaan di kepala gw)

Duuh, gw gak mau banget kalo apa yang sudah dikeluarkan Yayasan Tangan Ilahi nantinya, cuman berguna buat gw pribadi. Jadi keingetan kisah pejabat negara yang dalihnya studi banding ke luar negeri tapi… hasil yang didapet nil atau mendekati nil?

Mungkin, yang bisa ngejawab cuman gw sendiri. Mau ke mana gw akan membawanya?!

But, Bismillah..

Still gw coba berjuang untuk ke sana :)

***

Counting down starts..

2 months again!

What a Dream

myonlyminds April 17th, 2009

Julai

Jaký sen ..

Pokud vše dob?e možné, insya Allah mohu setkat se s tebou

Ogos

And you too *est***ster, insya Allah

Usaha dan Tawakal

nasihatmenasihati April 16th, 2009

Pernah terlibat pembicaraan yang isinya kira-kira seperti ini?

“Bro, gimane ujian, dah siap lu?,” tanya A
“Yah.. gitulah bro, tawakal aja deh gue,” jawab B

Yup, jawaban klasik. Tawakal. Tapi, apakah kamu benar-benar tahu yang dimaksud dengan tawakal?
Walaupun saya yakin bahwa banyak di antara kita-kita sudah pernah mendengar konsep dan definisi tawakal, tapi gak ada salahnya kan?
Mengingatkan kembali..
Supaya maknanya bisa diresapi kembali :)

***

Tawakal itu berasal dari kata ‘tawakala’. Artinya menyerahkan, mempercayakan, dan mewakilkan. Tapi, jangan memaknai tawakal mentah-mentah dari artinya. Karena tawakal juga mempunyai variabel-variabel lain di dalamnya selain variabel 3M (menyerahkan, mempercayakan, dan mewakilkan) yang telah disebutkan :D

Tawakal dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an berbicara banyak sekali mengenai tawakal. Kita bisa mendapatkan setidaknya 70 kali kata tawakal disebut oleh Allah dalam Al-Qur’an.
Salah satunya, seperti apa yang tertuang dalam surat Ali Imran ayat 159, bahwa tawakal harus senantiasa mengiringi suatu keinginan kuat.
Mengapa harus?
Karena tawakal akan menjadi pengingat bagi keinginan bahwa semua yang terjadi adalah karena kehendak-Nya, tentu saja setelah usaha-usaha yang dilakukan karena adanya keinginan.
Dengan bertawakal, kita percaya dan menaruh harapan hanya kepada Allah, satu-satunya yang berkemampuan mengabulkan segala harap.

Bisa membayangkan apa yang terjadi ketika keinginan kuat tidak diiringi dengan tawakal?
Akan banyak hal-hal syirik terjadi! Jangan sampai kita termasuk dari kelompok mereka yang percaya bahwa air bekas cucian kaki seorang mantan Presiden RI dapat membawa berkah di kehidupan, inalillahi. Jangan sampai kita menggadaikan kepercayaan dan iman kita kepada selain Allah.
Ingatlah, bahwa hanya kepada Allahlah orang yang beriman akan bertawakal (Ali Imran: 122) dan bertawakal selain kepada-Nya adalah dilarang (Al-Isra: 2).
Percayalah, bahwa Allah akan mencukupkan orang yang bertawakal kepada-Nya sesuai dengan firman-Nya di surat Ath-Thalaaq ayat 3.

Tawakal dalam Hadits

Sebuah hadits riwayat Tirmidzi mengatakan, “Dari Anas bin Malik r.a., ada seseorang berkata kepada Rasulullah saw. ‘Wahai Rasulullah saw., aku ikat kendaraanku lalu aku bertawakal, atau aku lepas ia dan aku bertawakal?’ Rasulullah saw. menjawab, ‘Ikatlah kendaraanmu lalu bertawakallah’”

Dari hadits ini, sungguh-sungguh tertera, bahwa tawakal, bukanlah “melepas nasib” begitu saja dan membiarkannya berlalu seperti air. Tapi, tawakal mengandung sebuah unsur dan perjuangan. Lakukanlah segala sesuatunya dengan sungguh-sungguh, dengan maksimal, lalu bertawakallah.

***

“Sekiranya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah swt. dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan diberi rezeki (oleh Allah swt.), sebagaimana seekor burung diberi rezeki; ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang. (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah)”

NB:
Untuk teman-teman kelompok PPL C02, ayo kita fight habis-habisan di “detik-detik terakhir” proyek kita! Usaha dan tawakal :D
Untuk teman-teman UM yang bentar lagi mau ujian akhir, ayo persiapkan semaksimal mungkin! Usaha dan tawakal :D
Untuk para caleg yang gagal menjadi aleg, terimalah semuanya dengan lapang dada, bertawakallah kepada Allah. Ini adalah yang terbaik yang diberikan-Nya untukmu. Merenunglah, apa yang masih kurang. Janganlah membuat keonaran atau bahkan.. berputus asa hingga rela mencabut nyawa
Dan teruntuk semuanya, para pejuang kehidupan, berusahalah yang maksimal dalam setiap langkah kita, berikanlah yang terbaik, lalu bertawakallah kepada-Nya. Walaupun mungkin hasil itu tidak tampak saat ini, percayalah bahwa ada buahnya di akhirat kelak :D

Tak Cukup Kata

Uncategorized April 15th, 2009

Give thanks to Allah.

For the moon and the sun. Praising all day for what is and what was :-)

Tak cukup kata.

Untuk menggambarkan tahun ini.

Kesempatan begitu bertaburan menghampiri.

Mulai dari momen Desember 2008 - April 2009, momen Mei 2009 mendatang, dan jika diberi kemudahan oleh-Nya berlanjut ke momen Juli dan Agustus 2009.

Yeah, setidaknya semua kepingan itu membuatku begitu percaya akan kekuatan mimpi dan asa.

“If there is a will, there are many ways”

Cukup satu keinginan, akan membuka banyak pintu kemungkinan. Barang tentu jika diikuti dengan effort untuk meraih keinginan.

Semoga membuatku lebih paham akan dunia. Membuka mata dan pikiran dari banyak arah berbeda.

Terimakasih ya Allah

Umm, jadi inget kata Mr. Harfan di Laskar Pelangi

“Hiduplah untuk banyak memberi bukan untuk banyak menerima”

Hm, setuju pak, tapi.. saya butuh banyak menerima dulu sebelum bisa memberi ;-)

Semoga aja, kesempatan2x yang didapat ini gak hanya berlalu begitu saja.

Gak hanya membawa kesenangan pribadi saja, tapi lebih dari itu

Again..

Give thanks to Allah.

For the moon and the sun. Praising all day for what is and what was :-)

Alhamdulillah

Refleksi Hati - Cinta

myonlyminds April 2nd, 2009

Malam itu hatinya membiru.
Air bening mengaliri pipinya.
Sudah berkali-kali ia mencoba, namun gagal.
Rasa itu memang tidak pernah bisa dihilangkan benar-benar.
Hilang, muncul, hilang lagi, muncul lagi

Mungkin, memang sulit untuk dihilangkan, pikirnya
Karena rasa itu fitrah..
Ia kembali teringat, kata-kata seorang seniornya di SMA dahulu..
“Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa”
Ya, dia tau itu.
Cinta memang anugerahNya. Membunuh cinta adalah membuang anugerahNya.

“Jadi apa yang harus kulakukan wahai Rabb?”
Isaknya semakin menjadi. Ia merasa putus asa. Benar-benar putus asa.
Untunglah di kamar itu hanya ia sendiri ditemani malam.
Hanya sajadah merahlah menjadi saksi bahwa di dalam keperkasaannya dia juga menyimpan kerapuhan.
Ia lalu membuka mushaf kecilnya.
Jari jemarinya menelusuri halaman demi halaman, hingga ia menemukan ayat favoritnya.

“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran :14).

Dia kembali terisak.
Semakin menjadi.
“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini.. ”
“…. dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik”

Tersadar.
Ia tersadar.
Rasa yang menyiksanya kini, sudah tercampuri oleh nafsu, obsesi.
Ya, dijadikan indah, kecintaan kepada apa yang diingini..
Ia menginginkannya. Dan tanpa sadar, ia sendiri yang memupuk subur rasa yang menyiksa itu sehingga menjadi indah.. membuat terlena, membuat impian-impian berkembang liar, hingga terhempas pada kenyataan..
Ternyata tidak ada yang sempurna di dunia..
Seperti sempurnanya cinta penciptaNya pada makhlukNya..
.. dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.

Ia menutup mushaf kecilnya.
Dan kembali memantapkan hatinya.
.. rasa ini tidak akan kubunuh, tidak pula kurawat dengan impian dan harapan fana.
seperti Ali, ya seperti Ali
yang terus bersabar dan meningkatkan kualitas diri
sampai tiba saatnya

:: Teruntuk kawan-kawan, adik-adikku, dan saudara-saudariku sekalian..
Yang sedang menyimpan rasa dan berharap-harap
Bersabarlah, bersabarlah, hingga tiba saatnya kamu menemukannya
Seseorang yang membawamu semakin dekat pada-Nya
dengan jalan yang diridhoi-Nya

Aku dan Adikku - Sebuah Perbincangan

myonlyminds March 26th, 2009

Saya (S): adek, lagi di rumah ya? mama apa kabar?

Adek (A): mama lagi nonton tipi, tambah gemuk

S: hahaha, gw bilang mama lu.. mama mana dek? mba leni mau ngomong dong..

A: lu tambah jelek ya? ni lagi roll depan, skrg lagi kayang

…….

 

Begitulah, perbincangan sore hari antara adik yang sangat usil dengan kakaknya yang lagi mati-matian menahan rasa homesicknya.

Sorry, postingannya gak penting, ahaha..

 

 

 

 

Hiu Kecil Kehidupan

myonlyminds, nasihatmenasihati March 20th, 2009

test-300x215.jpg

Suatu saat di Jepang, nelayan-nelayan mengalami kesulitan dalam menangkap ikan di perairan dekat pantai. Hal ini membuat para nelayan harus pergi melaut ke tempat yang agak jauh. Akibatnya, kualitas ikan yang dijual dan sampai ke pelanggan menurun jauh karena sudah tidak segar lagi. Harga pun jatuh. Untuk mengatasi hal tersebut, perkumpulan nelayan pun sepakat untuk membawa peti es ke atas perahu, agar sekalipun ikan hasil tangkapan mati namun tidak mengeluarkan bau busuk. Namun, sayangnya, upaya ini tidak membuahkan hasil. Pelanggan tetap kecewa dengan ikan hasil tangkapan nelayan karena cita rasa ikan telah berkurang akibat telah mati juga pembekuan. Sehingga, harga ikan pun kembali merosot tajam.

Langkah selanjutnya, para nelayan mencoba membawa tangki-tangki yang cukup besar ketika melaut. Ikan-ikan yang telah ditangkap lantas dimasukkan ke dalam tangki-tangki tersebut dalam keadaan hidup. Setelah sekian lama ikan-ikan dalam tangki tersebut berdesakkan dan saling bertabrakkan, mereka lemas, namun masih tetap hidup dan dapat dibawa ke pantai. Namun, masyarakat Jepang tetap tidak menyukai ikan lemas karena cita rasanya berbeda dengan ikan yang masih segar.

Perkumpulan nelayan Jepang pun kembali berpikir dan mencari solusi bagaimana agar ikan yang ditangkap tetap hidup dan segar. Akhirnya ditemukanlah suatu cara…

Kisah selanjutnya klik http://indonesiaberprestasi.web.id/?p=503?=en